Menangani masalah Khilafiyah dan Bid’ah: Mengelak fitnah dan perpecahan
Views
1478
Berkata Syeikh Hasan al-Banna;
“Khilaf Fiqh dalam masalah-masalah cabang hendaklah jangan menjadi sebab berlakunya perpecahan dalam agama dan membawa kepada permusuhan dan kebencian kerana setiap mujtahid akan mendapat pahalanya….”. [1]
Taujihat Hasan al-Banna tersebut sewajarnya menjadi ingatan setiap muslim hari ini kerana di depan kita ada matlamat perjuangan yang perlu kita capai. Kalau kita asyik bergaduh sesama sendiri dalam masalah furu’, sudah tentu penumpuan tidak dapat kita berikan kepada agenda yang lebih besar dan utama.
Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh[pula] mengganti mereka dengan isteri-isteri [yang lain], meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan [hamba sahaya]yang kamu miliki. Dan Allah maha mengawasi segala sesuatu.
Membentangkan kedua belah tangan dan mengangkatnya dengan telapak tangan terbuka menghadap ke arah muka atau atas dalam berdo’a adalah sunnah, dan termasuk salah satu sebab dikabulkannya sebuah do’a. Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,