Statistik

Sejak Juni 2007
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterhari ini40
mod_vvisit_counterkemarin364
mod_vvisit_counterpekan ini1481
mod_vvisit_counterbulan ini2569
mod_vvisit_countertotal79321

Kami Peduli

  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
powered_by.png, 1 kB

Akhbar filistin


Halaman Depan arrow Artikel
Artikel
Akhlak Menurut Islam PDF Cetak E-mail
Views 460    

Oleh: Farid Nu'man

 I.Ta’rif (definisi)

Secara bahasa (lughatan): Akhlaq adalah jamak dari Al khuluq, yang berarti:

وهو الدِّين والطبْع والسجية

                “Yaitu ad din (agama), tabiat, dan perangai.” (Ibnu Manzhur al Mishri, Lisanul ‘Arab, Juz. 10, Hal. 85. Al Maktabah Asy Syamilah)

وقالَ ابنُ الأعْرابِيِّ : الخُلُقُ : المُرُوءةُ

          “Berkata Ibnul Arabi: Al Khuluq artinya muru’ah (kepribadian).” (Muhammad bin Muhammad bin Abdurrazaq al Hasani,  Tajjul ‘Arusy, Hal. 6292. Al Maktabah Ays Syamilah)

 
Published in : Artikel,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Friday, 05 December 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 05 December 2008 )
Selengkapnya...
 
Tobat Secara Bertahap, Bagaimana? PDF Cetak E-mail
Views 338    

Oleh: Abu Hudzaifi


 
Keinginan untuk tobat  adalah sebuah kebaikan, selama benar-benar dari hati yang tulus dan serius. Termasuk tobat secara bertahap. Ini karena Islam agama rahmatan lil ‘Alamin. Saya rasa pada kenyataannya tidak ada manusia yang langsung menjadi baik kecuali dengan proses dan belajar. Ketika dia bertobat dari satu keburukan, mungkin masih ada keburukan lain yang masih dikerjakannya. Ini semua tetap di hargai dalam Islam sesuai firmanNya:

 

 فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

 

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az Zalzalah : 7)
Published in : Artikel,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh gaza   
Thursday, 06 November 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 06 November 2008 )
Selengkapnya...
 
Sunatullah dalam Politik PDF Cetak E-mail
Views 662    

oleh : DR.Daud Rasyid 

Selama ini "sunnatullah" yang dipahami kebanyakan orang ialah hukum alam seperti gaya gravitasi bumi, perputaran bumi mengelilingi matahari, air mencari tempat yang paling rendah dan lain-lain yang sejenis itu. Padahal sesungguhnya "sunnatullah" bukan itu saja. Justru yang paling banyak disorot Al-Qur`an sebagai "sunnatullah" ialah fenomena sosial yang berkaitan dengan prilaku manusia dan masyarakat yang jika melanggar "rambu-rambu" tertentu, akan berhadapan dengan ketentuan Allah yang pasti dan tidak akan beranjak walau setapakpun. Umpamanya, suatu kaum yang diuji Allah dengan nikmat dan kekayaan melimpah ruah, tetapi kesenangan itu mereka gunakan untuk kemurkaan Allah seperti hura-hura, foya-foya, dan mengumbar hawa nafsu, akan ditimpakan Allah kepada mereka bencana hebat. Firman-Nya:

"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya." (al-Isra` 16).

Begitu juga manusia-manusia yang tidak mau menerapkan konsep Allah (baik yang bersifat hukum, ekonomi, politik, sosial, dll.) akan menghadapi kehidupan yang "sempit" seperti yang diterangkan Allah dalam surat Thaha: 124. Kehidupan seperti ini bisa diterjemahkan dengan: pertumbuhan ekonomi yang minus, utang melilitpinggang, kondisi sosial yang rawan, hukum yang tidak berwibawa, iklim politik yang mengerikan dengan perebutan kekuasaan, dsb.


Published in : Artikel,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Thursday, 21 August 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 22 August 2008 )
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 5 dari 27

Dari Admin

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Selamat Datang di website perisaidakwah.com dilaunching sejak bulan Juni 2007. kirimkan kritik, saran bahkan artikel ke perisaidakwah@gmail.com
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

### Tidak dilarang menyebarkan isi dari web ini dengan tetap mencantumkan sumbernya####

Sindikasi

Yang online

Komentar

Muhammadiyah,...
Peran Mirza Ghulam Ahmad adalah setetes...
Selengkapnya
By Anti AHmadiyah

MAKNA SUNNAH DALAM...
kenapa harus ada sunnah dan...
Selengkapnya
By des pet

Muhammadiyah,...
Gelar anda sebagai alumni sebuah...
Selengkapnya
By reza

© 2009 perisaidakwah.com