Seorang penulis yang bernama Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad ashihipernah melontarkan hal yang serius terhadap tokoh kita kali ini , dalam buku nya yang diterjemahkan edisi indonesia ”Dialog dengan Ikhwani ” Yayasan Al-Madinah, Solo.Dalam bukunya tersebut. Ia berbuat aniaya terhadap Umar Tilmisani. Ia menceritakan bahwa Umar Tilmisani telah menjama' dan qashar solat Ashar hanya untuk nonton film di bioskop, amat tergila-gila pada lagu Ummu Kaltsum, belajar gitar dan dansa ala Perancis dan kegilaan lainnya. Memang, Umar at Tilmisani 'muda' pernah seperti itu, tetapi tulisan yang meyebutkan Mursyid 'Am Umar Tilmisani berperilaku seperti itu tidak lain adalah kebohongan yang nyata dan ia (Abu Abdillah) sendiri menyadari kebohongan itu.
Sungguh, Umar Tilmisani memang pernah jahiliyah ketika masa-masa mudanya. Ia memiliki gaya hidup glamour dan kebarat-baratan seperti yang ia tulis dalam Dzikrayat la Mudzakkiraat. Di buku itulah ia bercerita tentang ke-jahiliyah-an masa mudanya (dalam buku itulah yang dirujuk Abu Abdillah). Namun setelah itu, Umar mengalami perubahan hidup ketika mulai mengenal Islam melalui dakwah al Banna dan IM. Bahkan, akhirnya ia menjadi tokoh besar dan memiliki kelayakan untuk menduduki jabatan sebagai Mursyid 'Am yang persyaratannya amat ketat. Jadi, sebutan Abu Abdillah – semoga Allah swt mengampuninya – kepadanya bahwa ketika menjadi pemimpin IM beliau melakukan ke-jahiliyahan-seperti yang dituduhkan adalah dusta. Itu adalah masa lalunya ketika masih jahiliyah dan belum tersentuh Ikhwan, apalagi menjadi Mursyid 'Am. Letak kebohongannya adalah buku yang dirujuk, Dzikrayat la Mudzakkiraat karya Umar Tilmisani, menceritakan kisah hidupnya yang gelap pada masa lalu dan terang pada masa Ikhwan secara lengkap. Artinya, Abu Abdillah membaca juga kalau ke-jahiliyah-an itu adalah masa lalu Umar Tilmisani sebelum menjadi anggota Ikhwan dan jauh sebelum menjadi Mursyid 'Am. Mengapa Abu Abdillah tetap menulis di bukunya bahwa saat jahiliyah itu Umar adalah pimpinan Ikhwan? (lihat kedustaan ini dalam Dialog Bersama Ikhwani, hlm 24-27).
Ada apa sebenarnya dengan Tokoh kita pada kali ini ? Nah pembaca...mari kita ulas biografi dari seorang da^i. Murabbi, mujahid ustadz Umar tilmisani rahimahullah....selamak menyimak
Beberapa Karya Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dan kabar terakhirnya
Views
1894
Syaikh Yusuf Al-Qaradawi telah menulis berbagai kitab dalam pelbagai bidang keilmuan Islam terutama dalam bidang sosial, dakwah dan pengajian Islam. Kitab-kitab beliau sangat diminati oleh umat Islam seluruh dunia. Bahkan Kitab-kitab tersebut telah diulang cetak berpuluh-puluh kali dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Di samping itu, kitab-kitab tersebut dapat menjelaskan wawasan perjuangan dan pemikiran al-Imam al-Qaradawi Hafizhahullah secara lebih terperinci,
“Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat ini setiap permulaan seratus tahun, orang yang memperbarui agamanya”.(1)
Hadits yang mulia ini, memberikan –paling tidak- dua pelajaran kepada kita.
Pertama. Rasulullah ‘Alaihi Shallatu was Salam hendak membangkitkan optimisme pada jiwa kaum muslimin, bahwa islam tidak akan mati; dalam setiap masa tertentu Allah ‘Azza wa Jallamengutus orang yang mentajdid (memperbarui) agamaNya dan menghidupkan syariatNya.