Rambu-Rambu dan Kerangka Dalam Memahami Sunnah Nabawiyah
Views
1081
(Ma'aalim wa Dhawaabith Fi Fahmi as-Sunnah an-Nabawiyyah)
Oleh : DR Daud Rasyid, MA
ETIKA SALAFUS SHALIH DALAM MENGKRITIK HADITS
Dlm Muqaddimmah Ibnu Shalah disebutkan sikap sangat berhati2nya Umar ra dlm menerima hadits, tapi ia tdk meragukan sahabat yg merawikannya melainkan berhati2 thd hukum yg disampaikan oleh Nabi SAW, sbg contoh ia mengatakan hal tsb kepada sahabat abu Hurairah ra : Innani la atahammuka wa lakinnani uridu an anatsabbat (Saya tdk pernah meragukanmu, semua ini saya lakukan karena ingin menegaskan).
Fiqih Da’wah: Antara tasyaddud (yang keras) dan tasahhul (kebablasan)
Views
1320
Farid Nu’man
Mukadimah
Seorang Al Akh bercerita, ada seorang ustadz ingin menda’wahi suku dayak pedalaman, mereka adalah suku yang tidak mengenal batas aurat. Hal yang biasa bagi mereka keluar rumah mengenakan celana dalam saja. Suatu hari, Al Akh ini bersama beberapa kawannya berkunjung ke rumah ustadz tersebut. Al Akh ini begitu terkejut, karena ustadz tersebut menyambutnya hingga ke luar rumah hanya mengenakan celana dalam saja. Ketika ditegur, ustadz itu mengira bahwa yang datang adalah orang-orang Dayak yang menjadi objek da’wahnya! Jadi, ia seperti itu agar lebih diterima di masyarakat Dayak.
Menyeru manusia kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, ibarat perdagangan. Seorang yang berdagang pasti memiliki pesaing. Ada pesaing yang sehat dan ada pula yang hasud (dengki). Si pendengki akan melakukan upaya apa saja untuk menggembosi pedagang lain yang lebih laku. Ia katakan kepada manusia: hati-hati dengan pedagang itu, barang dagangannya syubhat, tidak berkualitas, tidak orisinil, dan lain-lain, dengan tujuan pelanggan beralih kepadanya.
Begitu pula segala macam bentuk fitnah, ittiham (tuduhan), tha’nah (tikaman), yang dialami gerakan dakwah, aktifis dan tokoh-tokohnya. Sayangnya semua itu bukan hanya datang dari kaum sekuler yang anti agama, tetapi juga sesama pejuang Islam. Lalu bagaimana para da’i menyikapinya?
Penguasa yang zalim lantaran ia banyak penyimpangan dan pelanggaran, fasiq, korup, otoriter, kesesatan, kufur, menentang hukum Allah Azza wa Jalla.Selalu ada sejak pasca masa-masa khulafa’ur rasyidin hingga sekarang. Mereka memusuhi ulama dan para da’i Islam, bahkan mengejar, mengirim mata-mata, memenjarakan dan membunuhnya, namun ada pula yang justru ‘dibeli’ untuk kepentingan status quonya. Para ulama dan da’i tersebutmenjadi skrup penguat kedudukan penguasa tersebut. Namun, pada umumnya para ulama dan da’i selalu berseberangan dan menjadi penentang utama penguasa yang zalim, bahkan manusia secara umum tidak akan sejalan dengan penguasa seperti itu.
PERANAN LOGIKA DAN INTELEKUALITAS DALAM FIQIH KONTEMPORER
Views
2294
MUHAMMAD RUM, MA
MUQADDIMAH
Wawasan berfikir dalam konsep kehidupan akan mempengaruhi mentalitas manusia yang hidup pada masyarkat itu, orientasi pemikiran kaum jahiliah yang hidup dalam kemusyrikan;menyembah berhala, memakan riba, yang kuat meperbudak yang lemah, kemaksiatan merajalela, perzinahan hal yang bisa dimaklumi kalau tidak mengatakan sudah merupakan bumbu dalam kehidupan, semua itu terpatri dalam satu wadah hingga manpu menformat gaya kehidupan orang-orang Quraisy khususnya pada waktu itu.