Statistik

Sejak Juni 2007
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterhari ini69
mod_vvisit_counterkemarin364
mod_vvisit_counterpekan ini1510
mod_vvisit_counterbulan ini2598
mod_vvisit_countertotal79350

Kami Peduli

  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
powered_by.png, 1 kB

Akhbar filistin


Halaman Depan arrow Manhaj
Manhaj
Baiat dan Kedudukannya Dalam Islam PDF Cetak E-mail
Views 1021    

Oleh : Abu Faqih 

 

Mukadimah

 

Kita patut bergembira atas bergairahnya kehidupan berislam hari ini, di pelosok dunia, termasuk di negeri kita baik desa maupun kota , kesadaran beragama menunjukkan kemajuan. Walau kita akui, kekuatan kejahiliyahan juga mengalami peningkatan.

Hal ini ditunjukkan oleh maraknya acara-acara keislaman di sekolah-sekolah, berbagai kajian keislaman di kampus-kampus dan perkantoran, gelombang jilbabisasi, kesadaran terhadap ekonomi syariah,  keinginan yang tinggi untuk menerapkan syariat Islam, dan maraknya kelahiran kelompok-kelompok keislaman yang hendak memperjuangankan Islam.


Published in : Manhaj,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Thursday, 15 May 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 14 June 2008 )
Selengkapnya...
 
KARAKTERISTIK ISLAM PDF Cetak E-mail
Views 1482    

Farid Nu’man

Mukadimah     

                   Islam memiliki karakter, ciri khas, dan kepribadian yang berbeda dengan agama lainnya. Baik itu Yahudi, Kristen, atau agama paganis seperti Hindu, Budha, atau isme (paham) buatan manusia seperti komunisme, sosialisme, kapitalisme dan  lain-lain. Karakter ini, bukan sekadar menunjukkan perbedaan, tetapi juga  keunggulan, ketinggian, keistimewaan, dan kemurniannya sebagai ajaran agama.

                 Tidak banyak umat Islam yang mengetahui karakter agamanya. Itulah kenyataan yang  telah lama dan tidak mengenakan. Baik terjadi karena kemalasan mempelajari agamanya, atau karena mu’amarah li at Taghrib (konspirasi pembaratan), juga karena pembodohan  sistematis.

Boleh dikatakan sukses. Umumnya umat Islam memandang Islam itu hanya Isya, Subuh, Lohor (zhuhur), Asar, dan Maghrib, sesuai dengan singkatan namanya.   Inna lillahi wa Inna ilaihi raji’un. Adapun yang lain memandang Islam itu hanya Jihad, shalat tidak shalat pokoknya jihad! Yang lain menganggap Islam itu Khilafah dan Khilafah, hidup matinya untuk khilafah, walau mereka tidak mengerti apa itu khilafah! Ada lagi menganggap Islam itu sekadar  shalawat nabi, jika sudah selawat seakan sudah pada puncak khidmah (pengabdian) terhadap Islam. Ada juga yang memandang Islam itu hanya aqidah dan ibadah.    Benarkah Islam seperti itu yang diajarkan oleh Allah Jalla wa ‘Ala melalui lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam? Benarkah Islam terbentuk dalam wujud serpihan-serpihan seperti itu? Lalu, apa itu Islam?


Published in : Manhaj,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Friday, 09 May 2008
Selengkapnya...
 
Berhukum Dengan Selain Hukum Allah PDF Cetak E-mail
Views 619    

Oleh : Abu Hudzaifi 

Dalam menjawab pertanyaan ini manusia terbelah menjadi tiga kelompok. Pertama, kelompok mutasyaddid (keras) yang langsung mengkafirkan  secara umum orang yang tidak menggunakannya, baik individu, masyarakat, atau institusi negara. Tanpa mau melihat latar belakang, kenapa hukum Allah Ta’ala tidak ditegakkan? Dan tanpa mau tahu kemampuan umat Islam yang terlanjur lahir di negeri muslim minus hukum Allah Ta’ala. Pokoknya kafir. Ini merupakan virus KGB (Khawarij Gaya Baru) yang melahirkan berbagai pemberontakan dan berbagai pemboman masa kini.

   Kedua, kelompok yang  mutasahil (meremehkan) tergadap masalah ini. Bagi mereka, tidak mengapa sama sekali Umat Islam tidak berhukum dengan hukum Allah Ta’ala, sebab ayat-ayat yang memerintahkan berhukum dengan hukum Allah tersebut bukan untuk umat Islam, tetapi untuk Yahudi dan Nasrani saja. Inilah salah satu inspirator lahirnya sekulerisme di tubuh umat Islam, dan apatisme politik sebagian umat Islam.

   Ketiga, kelompok yang mutawasith (pertengahan/moderat), inilah Ahlus Sunnah dan inilah yang kami tempuh, termasuk dalam berbagai masalah lainnya


Published in : Manhaj,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Sunday, 06 April 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 06 April 2008 )
Selengkapnya...
 
JANGAN JADIKAN AIR ITU BERHENTI..!!!!! PDF Cetak E-mail
Views 1006    

Musyaffa’ Ahmad Rahim

Kalau hal itu kita ibaratkan sebagai air yang mempunyai potensi besar untuk menerjang apa saja, maka debur aliran air itu tiada pernah berhenti. Kalau Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 195 itu kita hubungkan dengan pengibaratan air ini, kita bisa katakan bahwa justru kalau air itu berhenti, dan tidak lagi mengalir, maka air itu akan menjadi rusak, kotor, sarang nyamuk, dan bau serta berubah warnanya. Begitu juga dengan potensi jihad yang ada pada kita. Bila potensi jihad itu kita berhentikan, baik jihad da’awi, jihad ta’limi, jihad irsyadi, jihad tarbawi, jihad bina-i (jihad membina), jihad qitali dan jihad-jihad lainnya, maka potensi itupun akan bernasib sama dengan air itu. Karenanya wajar bila Allah swt memperingatkan para sahabat akan datangnya tahlukah kepada mereka bila mereka meninggalkan jihad, dan menyibukkan diri dengan urusan pertanian dan perkebunan.


Published in : Manhaj,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Thursday, 06 March 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 06 March 2008 )
Selengkapnya...
 
Berinteraksi Da^awi dengan Masyarakat PDF Cetak E-mail
Views 862    

                                                                     DR. Surachman Hidayat

Muqadimah 

Ketika berinteraksi di tengah masyarakat, janganlah pernah kita menunjukkan sikap yang mentamyiz /membeda-bedakan( diskriminatif ) terhadap ikhwah dan bukan ikhwah atau aktifis dakwah  dan bukan aktifis dakwah , misalnya ketika bersalaman dengan sesama kader kita melakukannya dengan hangat bahkan sambil berpelukan, tetapi di tempat dan acara yang sama bersalaman dengan yang belum kader, kita melakukannya dengan biasa saja, bahkan terkesan agak dingin. Apakah cara ini bisa meraih simpati? Mungkin yang terjadi malah sebaliknya. Padahal kita mengetahui dari taujih Nabawi bahwa Idkhalus surur Shadaqahmemberikan suatu perlakuan yang mubah tapi menyenangkan orang lain adalah shadaqah.


Published in : Manhaj,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Tuesday, 05 February 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 12 February 2008 )
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 9 dari 17

Dari Admin

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Selamat Datang di website perisaidakwah.com dilaunching sejak bulan Juni 2007. kirimkan kritik, saran bahkan artikel ke perisaidakwah@gmail.com
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

### Tidak dilarang menyebarkan isi dari web ini dengan tetap mencantumkan sumbernya####

Sindikasi

Yang online

Saat ini ada 1 tamu online

Komentar

Muhammadiyah,...
Peran Mirza Ghulam Ahmad adalah setetes...
Selengkapnya
By Anti AHmadiyah

MAKNA SUNNAH DALAM...
kenapa harus ada sunnah dan...
Selengkapnya
By des pet

Muhammadiyah,...
Gelar anda sebagai alumni sebuah...
Selengkapnya
By reza

© 2009 perisaidakwah.com