Statistik

Sejak Juni 2007
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterhari ini71
mod_vvisit_counterkemarin364
mod_vvisit_counterpekan ini1512
mod_vvisit_counterbulan ini2600
mod_vvisit_countertotal79352

Kami Peduli

  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
powered_by.png, 1 kB

Akhbar filistin


Fiqih Islam
16 ADAB Dalam BERDO’A Bagian III PDF Cetak E-mail
Views 1325    

Oleh : Abduh Zulfidar Akaha

 Kedelapan: Berdo’a pada kondisi yang dekat dengan Allah

Perbedaan poin ini dengan sebelumnya terletak pada saat terjadinya do’a dipanjatkan, dimana pada poin sebelumnya kita lihat bahwa waktu-waktunya sudah tertentu dan tidak bisa berubah. Dalam arti kata, waktu mustajab pada poin sebelum ini memang selalu ada. Baik kita berdo’a pada waktu-waktu tersebut ataupun tidak, waktu mustajab itu tetap saja ada. Adapun yang kami maksud dengan kondisi di sini adalah kondisi yang ada dikarenakan peran kita, atau kondisi yang bisa kita ciptakan. Misalnya; ketika sedang dalam perjalanan jauh, ketika berpuasa, ketika perang sedang berkecamuk (dimana kita turut berperang di dalamnya), ketika kita dalam keadaan dizhalimi oleh seseorang, ketika khatam Al-Qur`an, dan pada saat sujud dalam shalat.


Published in : Artikel,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Saturday, 16 June 2007
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 16 June 2007 )
Selengkapnya...
 
16 ADAB Dalam BERDO’A Bagian II PDF Cetak E-mail
Views 1051    

Oleh : Abduh Zulfidar Akaha

Keempat: Berdo’a dengan do’a-do’a yang disyari’atkan

                Sesungguhnya, kita boleh berdo’a apa saja kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita boleh meminta apa pun kebutuhan kita di dunia dan akhirat selama itu adalah kebaikan. Akan tetapi, sekiranya di sana terdapat contoh-contoh do’a yang berasal dari Al-Qur`an dan Sunnah yang mencakup permintaan kita, tentu lebih baik jika kita menggunakannya. Karena hal itu pasti lebih selamat dan lebih baik. Selain itu, jangan sampai kita justru menjadi orang yang berlebih-lebihan dalam berdo’a, berlebih-lebihan dalam memilih kalimat dan meminta hal-hal yang justru tidak membawa kebaikan bagi diri kita.


Published in : Artikel,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Saturday, 16 June 2007
Selengkapnya...
 
16 ADAB Dalam BERDO’A Bagian I PDF Cetak E-mail
Views 1117    

Oleh : Abduh Zulfidar Akaha

Pertama: Menjauhkan diri dari hal-hal yang haram

Berdo’a adalah meminta. Tidak mungkin permintaan kita akan dipenuhi oleh orang yang kita minta bantuannya jika kita sering melakukan perbuatan yang tidak disukainya. Atau, tidak mungkin permintaan seorang bawahan akan dipenuhi atasannya jika dia adalah seorang yang sering melanggar peraturan. Demikian pula halnya dengan berdo’a kepada Allah. Allah pun enggan mengabulkan do’a hamba-Nya yang sering melakukan perbuatan maksiat dan melanggar aturan-Nya. Untuk itu, sudah seharusnya apabila kita ingin do’a kita dikabulkan oleh Allah, kita mesti senantiasa menaati segala peraturan-Nya, melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi apa pun yang Dia larang.

 


Published in : Artikel,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Saturday, 16 June 2007
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 16 June 2007 )
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 86 - 90 dari 105
© 2009 perisaidakwah.com