“ Kita katakan bahwa kita sepakat dengan yang bersangkutan. Sistem yang islami dan ideal tidak akan terbentuk dengan cara yang tidak islami. Jika tujuan Anda adalah Jakarta, namun Anda mengambil rute ke Bandung maka Anda tidak akan sampai kepada tujuan.
Namun, kita hidup pada realita dan bukan utopia. Kita menginginkan maslahat yang besar dengan penerapan sistem yang islami dan ideal di masa yang akan datang, namun kita juga harus menolak kemudharatan sesuai kemampuan pada masa yang berdiri di hadapan kita. Jika keduanya memungkinkan untuk dapat dilakukan, maka mengapa tidak dilakukan?”
Pasca reformasi, bangsa Indonesia larut dalam ekspresi kebebasan berpendapat dan kreatifitas yang berlebihan. Bukan hanya partai politik yang menjamur namun juga jama'ah dakwah. Bukan hanya parpol yang jago kampanye tapi jama'ah dakwah juga ahli melakukan propaganda. Seperti tukang obat, mereka menyatakan obatnyalah yang paling manjur dan paling mujarab. Dengan doktrin-doktrin yang dikemas sedemikian rupa tidak sedikit orang terpelajar yang terbawa arus ini.
" Syaikh Yusuf Qardhawi berbicara Bid^ah ? ".Mungkin sebagian pembaca yang terbiasa menyimak tulisan Syaikh Yusuf Qardhawi telah mengenal beliau sebagai ulama besar yang berilmu dan berwawasan luas serta cukup dikenal sebagai "ulama moderat " .Oleh sebagian fihak , dari satu "kubu"yang berlebihan memandang beliau sebagai ulama yang "keras" contohnya Syaikh pernah dituduh sebagai penganut wahabi , oleh beberapa aliran tasawuf ekstrem, dan di satu"kubu" sisi yang lainnya Syaikh Yusuf Qardhawidi sebut ulama yang "lunak" dan sempat dituduh gampang memudah-mudahkan atau tuduhan Murjiah oleh beberapa kalangan contohnya oleh sebagian kelompok islam "radikal",juga terdapat beberapa tuduhan lainnya missal, dituduh sangat membela non muslim (yahudi & nashara), pengunting sunnah, sesat bahkan dituduh ahlul bid^ah.