Roghima ‘anfu man Adrokahu Ramadhan Falam Yughfar lahu
Views
984
Ustadz Ibnu Jarir, Lc*
Alhamdulillah…Segala puji hanya bagi-Mu Ya Allah, kepada-Mu seluruh wajah-wajah tertunduk khusyu’. Ya Allah, Yang Maha Menyelamatkan hamba-hamba-Mu yang terperosok kelembah Hubbuddunya’ kepada kemuliaandan indahnya Akhirat dengan Jannah-Mu.
Subhanaka,… Maha Suci Engkau…., dengan kasih saying-Mu. Engkau hadirkan Ramadhan ketengah hamba-hamba-Mu ang sedang terhimpit dan tertindih berbagai beban dosa dan maksiat, tantangan, rintangan, tekanan dan permusuhan dari orang-orang yang ingin mencelakakan kami dengan hasad dan dengki dihati mereka. Kami sadar ya Allah, semua ini adalah ujian dan cobaan hidup untuk kami, yang dengan ujian ini Engkau hendak meninggikan derajat bagi siapapun yang lulus dari ujian-Mu, dan Engkau hinakan bagi siapapun yang gagal dari segala ujian-Mu. Ya Rabb…., kadang derap langkah kaki ini dalam menapaki tangga ke dekapan-Mu, terasa sangat berat, Ya Allah… sungguh tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu.
Objek da’wah, walau ia ahli maksiat dan pelaku kesesatan, adalah manusia yang memiliki hati sebagaimana lainnya.Hati adalah pintu pertama kegoncangan jiwa, sebagaimana menjadi pintu pertama terhadap petunjuk. Ia bisa berontak jika ditusuk, melawan jika disakiti, dan menjauh jika dikeraskan. Maka jagalah perasaan manusia, rebutlah hati mereka dengan lembutnya seruan, hikmahnya lisan, dan santunnya akhlak. Anda tidak bisa menguasai orang lainkecuali dengan senyuman, tutur kata yang sopan, kedermawanan, dan keteladanan. Berikan mereka harta yang banyak, namun dengan cara melempar, kasar dan di ungkit-ungkit, maka ia akan menolak harta tersebut walau amat membutuhkannya. Sekalipun menerima, ia amat terpaksadan menerima dengan air mata dan hati yang perih.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya kalian tidak mampu menguasai manusia dengan harta kalian, namun mereka dapat dikuasaidengan manisnya wajah dan akhlak yang baik.” (HR. Abu Ya’la, Imam Hakim menshahihkannya. Bulughul Maram, BabAt Targhib min Musawi al Akhlaq. no. 1341)
Dari penggalian arkeolog di Mesir ditemukan sejenis permainan judi yang diduga berasal dari tahun 3.500 sebelum Masehi (SM). Pada lukisan makam dan keramik terlihat orang yang sedang melempar astragali. Yaitu tulang kering dibawah tumit domba atau anjing yang disebut pula tulang buka kaki. Ada juga papan pencatat untuk melihat nilai pemain. Tulang ini memiliki sisi yang tidak rata. Setiap sisi memiliki nilai tersendiri. Astragali juga dimainkan penduduk Yunani dan Romawi yang membuat tiruannya dari batu dan logam.