Statistik

Sejak Juni 2007
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterhari ini46
mod_vvisit_counterkemarin364
mod_vvisit_counterpekan ini1487
mod_vvisit_counterbulan ini2575
mod_vvisit_countertotal79327

Kami Peduli

  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
powered_by.png, 1 kB

Akhbar filistin


Fiqih Islam
Ya Syaikh ..Kemewahan Bukan Cita-Cita Kami! PDF Cetak E-mail
Views 1878    

Oleh : Farid Nu'man

 

Mukadimah

 

Dalam sebuah perjalanan kami bersama beberapa Ikhwah, ada perbincangan menarik. Salah seorang Al Akh bertanya, akhi, berapa penghasilan Antum sebulan dari mengajar? Ikhwah tersebut tersenyum dan malu menjawabnya. Namun, ketika ditanya lagi dengan nada bergurau, ia pun menjawab, 150 ribu sebulan. Inilah ikhwah kita, kader da’wah yang memiliki banyak kelompok halaqah.  Ada lagi, Ikhwah yang pernah kami temui, ia aktifis dan banyak amanah Da’wah yang dia emban. Ia hanya berpenghasilan tidak sampai 300 ribu rupiah dari membuat minuman penghangat badan, wedang jahe.

 

Itulah ikhwah kita, mereka hidup dipelosok. Namun, kami kira mereka juga ada disekitar kita, saudara kita di halaqah, di wilayah da’wah kita, bahkan ia mungkin kita sendiri. Tetapi mereka tidak mengeluh, tidak lemah, dan Allah Ta’ala mencintai orang-orang yang sabar.

 


Published in : Opini Aktivis,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Thursday, 24 January 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 24 January 2008 )
Selengkapnya...
 
JENGGOT DALAM PANDANGAN ISLAM PDF Cetak E-mail
Views 1532    

Oleh: Abu Hudzaifi

A. Mukadimah          

Ada fenomena menarik dalam kehidupan berislam Umat Islam hari ini. Gelombang syiar Islam sangat marak di seluruh pelosok dunia, mulai dari maraknya muslimah berjilbab, bank syariah, peraturan daerah anti maksiat, kembalinya sebagian daerah untuk menerapkan syariat Islam, dan tidak ketinggalan bagi kaum laki-laki adalah jenggot (bahasa Arabnya Lihyah); yang oleh sebagian kalangan umat Islam dianggap kewajiban agama dan syiar, namun ada juga yang masih menganggapnya aneh dan asing.          

Hampir seluruh aktifis dan pejuang Islam, baik  tingkat dunia yang terinspirasi dan  dimotori oleh Ikhwanul Muslimin (Mesir), Salafi (Arab Saudi), Hizbut Tahrir (Jordania), dan Jamaah Tabligh (Pakistan), kaum laki-laki mereka tidak lupa dengan sunah jenggot ini. Tak ketinggalan tentunya, aktifis Islam dalam negeri baik yang berasal dari Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Al Irsyad, dan lain-lain, walau tidak segetol aktifis yang terinspirasi dari luar negeri tersebut.


Published in : Fiqih,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Thursday, 17 January 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 22 January 2008 )
Selengkapnya...
 
Aku Bukanlah Jufat dan Ghullat Sayyid Quthb PDF Cetak E-mail
Views 1118    

Oleh : Riza Almanfaluthi

Cukuplah saya mengambil apa yang dikutip oleh Al-Mustasyar Abdullah Al-Aqil dari Dr. Ahmad Abdul Hamid Ghurab: " Kita tidak mengatakan Sayyid Quthb orang maksum. Begitu juga ulama dan da'i lain. Setiap orang perkataannya boleh diambil atau ditolak kecuali Nabi saw yang maksum. Kita tidak mengultuskan Asy-Syahid Sayyid Quthb, tapi semata-mata memuliakan dan memenuhi hak-haknya. Kita tidak boleh mendiskreditkan dan menghujatnya. Alangkah celakanya umat yang tidak tahu hak-hak ulama yang berjuang dan syuhada yang telah berjihad. Allah berfirman tentang mereka, "dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka." (Muhammad:4)". 

Atau seperti yang dikatakan oleh Jasim Muhalhil: "Selain itu kami ingin menegaskan kepada kaum jufat (penghujat) bahwa serendah-rendah apapun Anda mencela Sayyid dan karya-karyanya, semua itu tidak akan mengubah kedudukan beliau yang telah terlanjur istimewa di dada mayoritas umat. Tidak akan ada yang mengingkari beliau kecuali orang-orang yang buta mata hatinya." 

 Lebih lanjut ia mengatakan: "Adapun bagi kaum ghullat (pemuja) Sayyid, setinggi apapun Anda menyanjung-nyanjung Sayyid bahkan hingga ke langit tujuh tidaklah mengubah kedudukan Anda dan tidak pula membuat orang lupa terhadap kekeliruan Asy-Syahid Sayyid Quthb seperti apa yang telah diteliti para muhaqqiq. Itulah manhaj yang seimbang dalam menilai kekeliruan dan kebaikan manusia, yaitu manhaj wasathiyah (pertengahan). Semoga Allah Swt mengampuni dosa Sayyid Quthb dan memberikan petunjuk bagi kita yang hidup untuk selalu berada dalam jalan yang haq dan ridha-Nya." 


Published in : Opini Aktivis,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh Riza Almanfaluthi   
Tuesday, 15 January 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 17 January 2008 )
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 51 - 55 dari 105
© 2009 perisaidakwah.com