Statistik

Sejak Juni 2007
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterhari ini47
mod_vvisit_counterkemarin435
mod_vvisit_counterpekan ini482
mod_vvisit_counterbulan ini482
mod_vvisit_countertotal71206

Kami Peduli

  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
powered_by.png, 1 kB
Fiqih Islam
Permohonan Ma'af PDF Cetak E-mail
Views 202    

Assalamu'alaykum  Warohmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillah sahabat, mulai hari ini www.perisaidakwah.com sudah dapat kembali di akses setelah disuspend sejak awal oktober yang lalu, adapun penyebabnya adalah karena kami terlambat dalam melakukan pembayaran tagihan atas domain dan hosting yang kami sewa. tidak terasa sudah lebih 1 tahun kebersamaan kita dalam media dakwah ini. oleh sebab itu kami selaku pengelola website ini mengucapkan permohonan ma'af atas ketidak nyamanan yang terjadi,  semoga Allah Subhana Wa Ta'alasenantiasa menyertai langkah kita semua dalam rangka menggapai ridho-Nya,

Wassalamu'alaykum  Warohmatullahi wabarokatuh

 


Published in : Dari Redaksi,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Monday, 20 October 2008
 
Qiyamur Ramadhan (Tarawih) I PDF Cetak E-mail
Views 271    

Oleh: Farid Nu’man

I.  Fadhilah (Keutamaan)

Shalat Tarawih memiliki keutamaan dan ganjaran yang besar, sebagaimana yang disebutkan oleh berbagai hadits shahih, yakni di antaranya 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Malik, Al Muwaththa’, Kitab An Nida Lish Shalah Bab At Targhib Fi Ash Shalah fi Ramadhan, Juz. 1, Hal. 338, No hadits. 230. Bukhari, Kitab Al Iman Bab Tathawwu’ Qiyam Ramadhan minal Iman, Juz. 1, Hal. 65, No hadits. 36. Muslim, Kitab Shalah Al Musafirin wa Qashruha Bab At Targhib fi Qiyam  Ramadhan wa Huwa at Tarawih, Juz. 4, hal. 144, No hadits. 1266. Dan diriwayatkan oleh imam lainnya. Al Maktabah Asy Syamilah)


Published in : Fiqih,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Thursday, 11 September 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 11 September 2008 )
Selengkapnya...
 
Sunatullah dalam Politik PDF Cetak E-mail
Views 551    

oleh : DR.Daud Rasyid 

Selama ini "sunnatullah" yang dipahami kebanyakan orang ialah hukum alam seperti gaya gravitasi bumi, perputaran bumi mengelilingi matahari, air mencari tempat yang paling rendah dan lain-lain yang sejenis itu. Padahal sesungguhnya "sunnatullah" bukan itu saja. Justru yang paling banyak disorot Al-Qur`an sebagai "sunnatullah" ialah fenomena sosial yang berkaitan dengan prilaku manusia dan masyarakat yang jika melanggar "rambu-rambu" tertentu, akan berhadapan dengan ketentuan Allah yang pasti dan tidak akan beranjak walau setapakpun. Umpamanya, suatu kaum yang diuji Allah dengan nikmat dan kekayaan melimpah ruah, tetapi kesenangan itu mereka gunakan untuk kemurkaan Allah seperti hura-hura, foya-foya, dan mengumbar hawa nafsu, akan ditimpakan Allah kepada mereka bencana hebat. Firman-Nya:

"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya." (al-Isra` 16).

Begitu juga manusia-manusia yang tidak mau menerapkan konsep Allah (baik yang bersifat hukum, ekonomi, politik, sosial, dll.) akan menghadapi kehidupan yang "sempit" seperti yang diterangkan Allah dalam surat Thaha: 124. Kehidupan seperti ini bisa diterjemahkan dengan: pertumbuhan ekonomi yang minus, utang melilitpinggang, kondisi sosial yang rawan, hukum yang tidak berwibawa, iklim politik yang mengerikan dengan perebutan kekuasaan, dsb.


Published in : Artikel,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Thursday, 21 August 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 22 August 2008 )
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 6 - 10 dari 100
© 2008 perisaidakwah.com