Statistik

Sejak Juni 2007
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterhari ini61
mod_vvisit_counterkemarin435
mod_vvisit_counterpekan ini496
mod_vvisit_counterbulan ini496
mod_vvisit_countertotal71220

Kami Peduli

  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
powered_by.png, 1 kB
Fiqih Islam
Hadits-Hadits Dha’if (Lemah) dan Maudhu’ (Palsu) I PDF Cetak E-mail
Views 154    

Seputar Puasa dan Bulan Ramadhan

Oleh : Farid Nu'man

Mukadimah        

Bulan Ramadhan adalah bulan agung yang memiliki banyak keutamaan. Segenap umat Islam menyambutnya dengan antusias dengan berbagai macam ibadah. Hanya saja, tidak sedikit umat Islam yang terjebak pada rutinitas ibadah yang tidak memiliki dasar yang kuat dalam agama. Oleh karena tu, Nampak perlu bagi kami untuk mengumpulkan berbagai hadits (semampu kami) yang sering digunakan untuk dasar beribadah dan untuk menghidupkan Ramadhan, baik yang dha’if (lemah, tidak authentic, invalid), dan shahih. Dengan harapan umat Islam bisa beribadah dan mengamalkan agamanya menurut dasar yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Memang, sebagian ulama ada yang membolehkan menggunakan hadits dha’if dalam rangka menggalakkan amal shalih (Fadha’ilul A’mal) seperti Imam Ahmad, Imam Yahya bin al Qaththan, Imam Abdurrahman bin al Mahdi, Imam an Nawawi, Imam As Suyuthi, dan lain-lain, itu pun dengan syarat tidak terlalu dha’if, tidak bertentangan dengan kaidah umum agama Islam, dan tidak boleh dianggap amalan tersebut adalah dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

 


Published in : Fiqih,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Wednesday, 20 August 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 20 August 2008 )
Selengkapnya...
 
LIMA PESAN NABI PDF Cetak E-mail
Views 437    

Oleh : Drs. H. Ahmad Yani ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya )

 

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad diceritakan bahwa Ketika hari keberangkatan Muadz bin Jabal untuk berdakwah ke Yaman telah tiba, Muadz berpamitan kepada Rasulullah saw dan para sahabat lainnya. Rasa berat meninggalkan kampung halaman apalagi harus berpisah dengan Rasul membuatnya menangis. Rasul kemudian bertanya: “Mengapa engkau menangis?”. Muadz menjawab: “Wahai Rasulullah, aku menangis karena akan berpisah denganmu”.                

Menghadapi kenyataan ini, maka Rasulullah saw berpesan kepada Muadz yang berarti berpesan kepada kita semua. Beliau bersabda: 

لاَ تَجْزَعْ إِنَّ الْجَزَعَ مِنَ الشَّيْطَانِ يَامُعَاذُ إِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَاكُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ يَامُعَاذُ اذْكُرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَ كُلِّ حَجَرٍ وَشَجَرٍ وَمَدَرٍ

 Janganlah bersedih, karena sesungguhnya bersedih itu datangnya dari syaitan. Wahai Muadz, bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya, dan berakhlaklah kepada orang lain dengan akhlak yang baik. Wahai Muadz, ingatlah selalu kepada Allah azza wa jalla, baik ketika berada di daerah bebatuan, daerah penuh pepohonan maupun daerah perkotaan.
Published in : Ibroh,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Wednesday, 20 August 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 20 August 2008 )
Selengkapnya...
 
Muhammadiyah, Ahmadiyah, dan TBC PDF Cetak E-mail
Views 662    

Abduh Zulfikar Akaha

Benar, di negeri ini, siapa pun bebas memeluk agama yang diyakininya. Tidak ada yang melarang apakah seseorang mau beragama Islam, Kristen, Hindu ataupun Budha. Bahkan Kong Hu Chu dan aliran kepercayaan pun dilindungi keberadaannya oleh Undang-undang.

Allah dan Rasul-Nya juga tidak memaksa manusia memeluk agama Islam. Banyak ayat Al-Qur`an yang menyatakan demikian. Di antaranya, “Tidak ada paksaan untuk masuk agama (Islam).” (QS. Al-Baqarah [2]: 2). Dan dalam ayat lain disebutkan, “Dan jika Tuhanmu menghendaki, niscaya semua orang di bumi ini akan beriman semuanya. Maka, apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang beriman semuanya?” (QS. Yunus [10]: 99).


Published in : Artikel,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Wednesday, 06 August 2008
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 06 August 2008 )
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 16 - 20 dari 100
© 2008 perisaidakwah.com