Posted by Muhammad, on 20-03-2008 06:32, IP 202.91.10.100, Tamu
1. Fatwa Syaikh Ibnu Baz tentang IM
[1.] Dalam majalah Dakwah edisi 806 tanggal 25/ 2/ 1416 H. hal.24, dan inilah redaksi dari tanya jawab tersebut:
Tanya: Wahai Syaikh yang mulia, gerakan Ikhwanul-Muslimin telah memasuki Kerajaan Saudi Arabia (KSA) sejak beberapa waktu yang lalu dan sekarang telah berkembang pesat di kalangan para penuntut ilmu. Apa pendapat Anda tentang gerakan ini? Dan sejauh mana kesesuaiannya dengan manhaj Ahlussunnah wal-Jama’ah?
Jawab: Gerakan ikhwanul-Muslimin telah dikritik oleh para ulama terkemuka karena mereka tidak mempunyai semangat untuk berdakwah kepada tauhidulloh dan mengingkari syirik serta bid’ah. Mereka mempunyai berbagai metode khusus yang banyak celanya, yaitu tidak bersemangat untuk berdakwah ke jalan Alloh dan tidak mengarahkan kepada aqidah yang benar di mana Ahlussunnah berada di atasnya. Maka seyogyanya bagi Ikhwanul-Muslimin agar mempunyai perhatian terhadap dakwah salafiyyah, yaitu berdakwah kepada tauhidulloh dan mengingkari peribadatan kepada kubur, bergantung kepada m
= = = Bismillah… sebelumnya ana ucapkan terima kasih setulusnya jika komentar ana ini dimuat di sini.
Sumber: Majmu’ Fatawa Syaikh Bin Baz, Jilid 8, pertanyaan nomor 29. (Dinukil oleh Abu Zaid/Abdillah Al-Atsari dan dikomentari secara berlebihan penuh bumbu yg tidak pernah dikatakan oleh Syaikh Bin Baz sendiri -sebagaimana biasa- dalam “Ta’liq Al-Fawa`id ‘Ala Al-Fatwa Baziyah fi Jama’ati Al-Ikhwan Al-Muslimin)
Pertanyaan ke-29: “Anda yang mulia mengetahui bahwasanya sejak tahun enam puluhan banyak buku2 pelajaran (yang diajarkan di sekolah2) terdapat di dalamnya sejumlah orang dari IM dalam penulisannya; Apakah yang semacam ini wajib diulang cetakannya dan pengajarannya di sekolah2?
Jawaban Syaikh Bin Baz: Saya tidak mengetahui sedikit pun tentang hal ini, sebab saya ini sibuk dan saya tidak membacanya. saya hanya mendengar tentang dakwah IM dan tidak adanya aksi mereka dengan yang berkaitan masalah aqidah. tetapi saya tidak membaca secara mencukupi pada buku2 mereka dan apa yang mereka kumpulkan. Tidak dari pihak Syaikh Hasan (Al-Banna) yarhamuhullah dan juga tidak dari selain beliau.”