Posted by Farid Nu'man, on 27-02-2008 16:02, IP 61.94.170.133, Tamu
1. Farid nih
As. Wr. Wb. Farid nih ... Saya ucapkan Jazakumullah bi ahsanil Jaza' terhadap seluruh ikhwah yang telah memberi apresiasi terhadap tulisan saya, baik yang pro atau kontra, dan itu hal biasa ... Saya mencintai para masyayikh karena Allah Ta'ala, namun Laa uzakki ahada illallah. Setiap manusia segala ucapannya, bisa ditolak atau diterima, termasuk ucapan saya dan Ust. Anis -hafizhahullah-, kecuali Rasulullah yang harus selalu kita terima. Kecintaan kepada seseorang, tidak selalu dalam wujud pujian, dukungan, dan tepuk tangan bangga, bisa kita sampaikan dengan kritik, nasihat, atau pun namanya. Jangan ada satu pun yang mengira tulisan saya adalah semata-mata 'Anis Mata', siapa saja di antara saudara kita, jika kita pandang ada hal yang keliru wajib diluruskan. Jika dia membuat kekeliruan yang terang-terangan, maka tegurlah terang-terangan pula, sebab dampaknya dan pengaruhnya yang 'terang-terangan' harus dicegah secara terang-terangan pula. Demikianlah kaidah yang sebagaimana yang dig
Posted by qobil, on 18-03-2008 17:49, IP 222.124.79.251, Tamu
1. Mau Tanya??
Asslmkm. Ana mau tanya bagaimana pandangan ustazd mengenai harta? dan bagaimana agar kita tidak terjebak dengan kemewahan yang tentunya dapat melupakan kita dengan kematian, atau bagaimana agar harta yang kita miliki memiliki keberkahan dan dapat membawa kepada Jannah-NYA (Allah Azza wajalla).