Menyeru manusia kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, ibarat perdagangan. Seorang yang berdagang pasti memiliki pesaing. Ada pesaing yang sehat dan ada pula yang hasud (dengki). Si pendengki akan melakukan upaya apa saja untuk menggembosi pedagang lain yang lebih laku. Ia katakan kepada manusia: hati-hati dengan pedagang itu, barang dagangannya syubhat, tidak berkualitas, tidak orisinil, dan lain-lain, dengan tujuan pelanggan beralih kepadanya.
Begitu pula segala macam bentuk fitnah, ittiham (tuduhan), tha’nah (tikaman), yang dialami gerakan dakwah, aktifis dan tokoh-tokohnya. Sayangnya semua itu bukan hanya datang dari kaum sekuler yang anti agama, tetapi juga sesama pejuang Islam. Lalu bagaimana para da’i menyikapinya?
Da’wah para nabi dan utusan Allah bertujuan tegaknya agama (42: 15) di bumi. Sepanjang sejarah manusia agama Allah yang telah ditegakkan oleh para Rasul-Nya melahirkan peradaban-peradaban besar yang tersebar ke seantero dunia. Oleh sebab itu Toynbee memandang bahwa semua peradaban besar yang masih berlaku secara mendasar berorientasi keagamaan dan karena itu secara berangsur-angsur tetapi nyata menyajikan pemecahan-pemecahan keagamaan juga terhadap sejumlah organisasi sosial dan politik.
Pada bulan Januari tahun 2006 Hamas dalam pemilihan anggota Dewan Legislatif Palestina memenangkan mayoritas kursi yang disediakan. Dari 132 kursi yang diperebutkan Hamas berhasil merebut 76 kursi. Kemenangan ini akibat keikutsertaan Hamas dalam pemilu setelah pada tahun 1996 mereka melakukan boikot terhadap pemilihan. Di samping itu kemenangan mereka diakibatkan penurunan drastis popularitas Fatah setelah dinilai korup dan tak mampu mengurusi Palestina. Kemenangan Hamas dilakukan dalam pemilihan umum yang bersih dan diawasi oleh negara-negara asing.