Paska peristiwa ‘pembersihan Ghaza” pada pertengahan Juni lalu, yang terpaksa dilakukan Hamas untuk meredam aksi senjata yang sulit dikendalikan, maka perbedaan antar Hamas dan Fatah akhirnya terjawantah dalam bentuk pemisahan wilayah. Ghaza dikuasai oleh Hamas dan Tepi Barat dikuasai oleh Fatah. Sejak itu, berbagai informasi pun berhembus di media massa. Gelombang pemberitaan yang meliput peristiwa itupun menyergap hampir seluruh head line surat kabar. Sayangnya, banyak realitas yang tidak mampu dijelaskan oleh Hamas secara memadai, karena kelemahan mereka dalam wilayah publikasinya. Sementara di sisi lain, Fatah secara leluasa memang mempunyai banyak sarana untuk mengguyur media massa dengan informasi yang tentu saja mendukung tindakannya, bahkan melakukan black campaign terhadap Hamas.
Meski banyak peristiwa penting yang mencerminkan ketulusan Hamas dalam mengelola konflik ini, tapi tidak sedikit kebohongan publik dengan ragam informasi yang yang disebarkan media massa yang menyudutkan Hamas. Karenanya, kita perlu banyak mengetahui soal apa yang terjadi di Ghaza dan Tepi Barat paska tragedi pertengahan Juni itu.
Syaikh Saad al Ghamidi seorang aktifis Ikhwan, munsyid (penasyid), hafizh dan qari terkenal yang murattalnya telah menyebar di negeri-negeri muslim, berkata dalam intro nasyid Arab yang sangat terkenal di kalangan aktifis harakah pada tahun 90-an berjudul Ghuraba yang dilantunkan oleh Syaikh al Ghamidi sendiridalam album Ad Damaam 2:
Bukanlah orang asing itu yang berpisah dari negerinya. Tetapi orang asing itu adalah orang yang melihat manusia di sekitarnya bermain-main,ia membangunkan manusia sekitarnya yang tertidur, dan ia di atas jalan kebaikan ketika manusia di sekitarnya terbawa kesesatan. Benarlah perkataanpenyair, ketika ia berkata:
Seorang sahabat berkata, engkau terlihat asing ..... Di antara manusia, engkautidak memiliki kekasih ....... Aku berkata: sekali-kali tidak,bahkan manusia itulah yang terasing ..... Aku berada pada duniaNya dan mendapat petunjuk di atas jalanNya ...... Demikianlah orang terasing. Orang terasing di sisi manusia ia laksana terpenjara, tetapi ia mulia di sisi Rabb mereka.
Roghima ‘anfu man Adrokahu Ramadhan Falam Yughfar lahu
Views
698
Ustadz Ibnu Jarir, Lc*
Alhamdulillah…Segala puji hanya bagi-Mu Ya Allah, kepada-Mu seluruh wajah-wajah tertunduk khusyu’. Ya Allah, Yang Maha Menyelamatkan hamba-hamba-Mu yang terperosok kelembah Hubbuddunya’ kepada kemuliaandan indahnya Akhirat dengan Jannah-Mu.
Subhanaka,… Maha Suci Engkau…., dengan kasih saying-Mu. Engkau hadirkan Ramadhan ketengah hamba-hamba-Mu ang sedang terhimpit dan tertindih berbagai beban dosa dan maksiat, tantangan, rintangan, tekanan dan permusuhan dari orang-orang yang ingin mencelakakan kami dengan hasad dan dengki dihati mereka. Kami sadar ya Allah, semua ini adalah ujian dan cobaan hidup untuk kami, yang dengan ujian ini Engkau hendak meninggikan derajat bagi siapapun yang lulus dari ujian-Mu, dan Engkau hinakan bagi siapapun yang gagal dari segala ujian-Mu. Ya Rabb…., kadang derap langkah kaki ini dalam menapaki tangga ke dekapan-Mu, terasa sangat berat, Ya Allah… sungguh tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu.