Login

Assalamu'alaikum Wr.Wb





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Statistik

Sejak Juni 2007
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterhari ini170
mod_vvisit_counterkemarin257
mod_vvisit_counterpekan ini633
mod_vvisit_counterbulan ini3934
mod_vvisit_countertotal51351

Kami Peduli

  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
  • Freedom For Palestine
powered_by.png, 1 kB

Halaman Depan
KARAKTERISTIK ISLAM PDF Cetak E-mail
Views 616    

Farid Nu’man

Mukadimah     

                   Islam memiliki karakter, ciri khas, dan kepribadian yang berbeda dengan agama lainnya. Baik itu Yahudi, Kristen, atau agama paganis seperti Hindu, Budha, atau isme (paham) buatan manusia seperti komunisme, sosialisme, kapitalisme dan  lain-lain. Karakter ini, bukan sekadar menunjukkan perbedaan, tetapi juga  keunggulan, ketinggian, keistimewaan, dan kemurniannya sebagai ajaran agama.

                 Tidak banyak umat Islam yang mengetahui karakter agamanya. Itulah kenyataan yang  telah lama dan tidak mengenakan. Baik terjadi karena kemalasan mempelajari agamanya, atau karena mu’amarah li at Taghrib (konspirasi pembaratan), juga karena pembodohan  sistematis.

Boleh dikatakan sukses. Umumnya umat Islam memandang Islam itu hanya Isya, Subuh, Lohor (zhuhur), Asar, dan Maghrib, sesuai dengan singkatan namanya.   Inna lillahi wa Inna ilaihi raji’un. Adapun yang lain memandang Islam itu hanya Jihad, shalat tidak shalat pokoknya jihad! Yang lain menganggap Islam itu Khilafah dan Khilafah, hidup matinya untuk khilafah, walau mereka tidak mengerti apa itu khilafah! Ada lagi menganggap Islam itu sekadar  shalawat nabi, jika sudah selawat seakan sudah pada puncak khidmah (pengabdian) terhadap Islam. Ada juga yang memandang Islam itu hanya aqidah dan ibadah.    Benarkah Islam seperti itu yang diajarkan oleh Allah Jalla wa ‘Ala melalui lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam? Benarkah Islam terbentuk dalam wujud serpihan-serpihan seperti itu? Lalu, apa itu Islam?


Published in : Manhaj,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Selengkapnya...
 
Debat Tanpa Etika dan Berhujjah Tanpa Ilmu PDF Cetak E-mail
Views 748    

JIDAL BILA ADAB WA IHTIJAJ BI GHAIRI  ‘ILMIN

Farid Nu’man

Muqaddimah

Fenomena kritik dalam dunia ilmu dan pemikiran adalah hal yang biasa, wajar, dan tidak membahayakan. Manusia Allah ciptakan dengan potensi, kemampuan, bakat, dan kecakapan yang berbeda jenis dan kadarnya. Sehingga potensi untuk berbuat salah dan tergelincir sangat terbuka. Maka mustahil ada manusia yang selamat dari kritikan, baik yang konstruktif maupun skeptis. Perbedaan-perbedaan ini adalah bagian dari masyiah (kehendak) Allah bagi hamba-hambaNya dan semua ciptaanNya. Manusia hanya bisa tunduk terhadap ketetapanNya ini.            

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan seandainya Tuhanmu kehendaki, niscaya Dia jadikan manusia itu umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali yang dirahmati Tuhanmu, dan untuk itulah Dia menciptakan mereka” (QS. Hud: 118-119)   


Published in : Opini Aktivis,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Selengkapnya...
 
Berhukum Dengan Selain Hukum Allah PDF Cetak E-mail
Views 392    

Oleh : Abu Hudzaifi 

Dalam menjawab pertanyaan ini manusia terbelah menjadi tiga kelompok. Pertama, kelompok mutasyaddid (keras) yang langsung mengkafirkan  secara umum orang yang tidak menggunakannya, baik individu, masyarakat, atau institusi negara. Tanpa mau melihat latar belakang, kenapa hukum Allah Ta’ala tidak ditegakkan? Dan tanpa mau tahu kemampuan umat Islam yang terlanjur lahir di negeri muslim minus hukum Allah Ta’ala. Pokoknya kafir. Ini merupakan virus KGB (Khawarij Gaya Baru) yang melahirkan berbagai pemberontakan dan berbagai pemboman masa kini.

   Kedua, kelompok yang  mutasahil (meremehkan) tergadap masalah ini. Bagi mereka, tidak mengapa sama sekali Umat Islam tidak berhukum dengan hukum Allah Ta’ala, sebab ayat-ayat yang memerintahkan berhukum dengan hukum Allah tersebut bukan untuk umat Islam, tetapi untuk Yahudi dan Nasrani saja. Inilah salah satu inspirator lahirnya sekulerisme di tubuh umat Islam, dan apatisme politik sebagian umat Islam.

   Ketiga, kelompok yang mutawasith (pertengahan/moderat), inilah Ahlus Sunnah dan inilah yang kami tempuh, termasuk dalam berbagai masalah lainnya


Published in : Manhaj,
Komentar anda Kutip artikel Print kirim ke teman
Ditulis Oleh admin   
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Dari Admin

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Selamat Datang di website perisaidakwah.com dilaunching sejak bulan Juni 2007. kirimkan kritik, saran bahkan artikel ke perisaidakwah@gmail.com
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

### Tidak dilarang menyebarkan isi dari web ini dengan tetap mencantumkan sumbernya####

Sindikasi

Yang online

Saat ini ada 1 anggota online
  • putu

Jajak Pendapat

Siapakah Calon Presiden 2009 pilihan anda..??
 

Komentar

Partisipasi dalam...
Kalau ada ikhwah yang...
Selengkapnya
By Farid Nu'man

Hukum Syari'at Bom...
Rasulullah kan pernah bilang orang yang...
Selengkapnya
By Ibnu Hasan

Pengakuan Jujur...
sebagai seorang yang mungkin sangat...
Selengkapnya
By syafa

© 2008 perisaidakwah.com