Islam adalah agama sempurna dan menyeluruh, tidak pernah melupakan satu sisi saja dari kehidupan dan kebutuhan manusia. Islam tidak meridhai ketidakseimbangan bagi umatnya, memikirkan satu hal namun melalaikan yang lain. Memikirkan agama, dan melupakan dunia secara total. Memikirkan jiwa, dan melupakan tubuh. Itu bukan dari Islam. Allah Ta’ala berfirman:
مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ
“Kamu sekali-kali tidak akan melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (QS. Al Mulk: 3)
(Pasca Kasus Kekerasan di Monas)Oleh Abu Muhammad Waskito *)
Ahad 1 Juni 2008, terjadi insiden kekerasan oleh sebagian aktivis Front Pembela Islam (FPI) terhadap sekelompok massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). TV-TV menayangkan tindakan kekerasan para aktivis FPI terhadap massa AKKBB yang sedang menggelar aksi mendukung Ahmadiyyah.
Disana ada aksi pukulan, tendangan, cacian, pengrusakan fasilitas sound system, kaca mobil, dll. Pendek kata, kita semua sangat prihatin melihatnya.Tanpa menunggu waktu lagi, SBY langsung merespon. Melalui jubir kepresidenan, Andi Malarangeng, SBY mengecam aksi anarkhis aktifis FPI di Monas. Tanggal 2 Juni SBY berbicara langsung, disiarkan TV-TV, bahwa dia menuntut ada pengusutan tuntas, dan para pelaku kekerasan ditindak secara hukum. SBY juga menekankan, “Negara kita negara hukum.” Gayung bersambut, JK berjanji akan menindak tegas pelaku kekerasan di Monas.
*) Penulis buku-buku Islam, tinggal di Bandung. Karya buku, “Hidup Itu Mudah” (Khalifa, Jakarta), “21 Resiko Buruk Busana Seksi” (Pustaka Al Kautsar Jakarta), “Menepis Godaan Pornografi” (Darul Falah Jakarta), “Ummat Menggugat Gusdur” (Aliansi Pecinta Syariat Bekasi), dll.
Kita patut bergembira atas bergairahnya kehidupan berislam hari ini, di pelosok dunia, termasuk di negeri kita baik desa maupun kota , kesadaran beragama menunjukkan kemajuan. Walau kita akui, kekuatan kejahiliyahan juga mengalami peningkatan.
Hal ini ditunjukkan oleh maraknya acara-acara keislaman di sekolah-sekolah, berbagai kajian keislaman di kampus-kampus dan perkantoran, gelombang jilbabisasi, kesadaran terhadap ekonomi syariah, keinginan yang tinggi untuk menerapkan syariat Islam, dan maraknya kelahiran kelompok-kelompok keislaman yang hendak memperjuangankan Islam.